PENDIDIKAN BERELANJUTAN PILAR UTAMA KEBANGKITAN

PENDIDIKAN BERELANJUTAN PILAR UTAMA KEBANGKITAN
Oleh; Aris Adi Leksono (Guru MTsN 34 Jakarta)

Dalam Undang-undang Dasar 45 pasal 31 disebutkan bahwa: (1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan Undang-Undang. (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.

Dalam pengertian sederhana undang-undang tersebut menegaskan bahwa pendidikan adalah hak setiap warga negara Indonesia. Pada kenyataannya, Indonesia dengan wilayah georafis yang sangat luas masih terdapat beberapa daerah yang belum mendapatkan pelayanan pendidikan secara memadai, khususnya di daerah tertinggal. Sementara itu, dalam upaya membangkitkan daerah tertinggal kementerian desa, pembangunan daerah tertinggal, dan transmigrasi RI menargetkan hingga 2019 akan mengentaskan 80 daerah tertinggal dari 122 kabupaten. Saat ini ada 39.091 desa tertinggal, 17.268 desa sangat tertinggal, hal ini dikatakan, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar ketika memaparkan fokus prioritas kerja di tahun anggaran 2016 di Komisi V DPR-RI, di Gedung DPR, Selasa (9/6/2015).

Berbagai upaya telah dilakukan untuk membangkitkan daerah tertinggal menjadi daerah berkembang, bahkan menjadi daerah maju. Mulai dari membangkitkan sektor ekonomi, meningkatkan kerjasama antar lembaga desa, afirmasi kebijakan khusus daerah tertinggal, terpentcil dan terluar. Proses dan upaya terus berjalan, tinggal bagaimana hasilnya ke depan, serta bagaimana hasil tersebut mampu berkesinambungan sampai kapan pun. Tentu jawabannya adalah pada kesiapan sumber daya manusia daerah tertinggal itu sendiri untuk bangkit, berkembang, dan maju, serta menjaga sustainablekondisi kebangkitan. Disinilah peran penting pendidikan dalam mewujudkan SDM yang maju, mampu menjadi mobilisator kebangkitan daerah tertinggal, serta yang terpenting adalah keberlanjutan dalam menjaga karakter kebangkitan.

Sudah lazim bahwa pendidikan merupakan faktor utama dalam menentukan kemajuan sebuah bangsa. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi, maka akan semakin baik sumber daya manusia yang ada, dan pada akhirnya akan semakin tinggi pula daya kreatifitas sumber daya manusia dalam mengisi pembangunan daerah. Namun beberapa daerah di Indonesia khususnya daerah tertinggal, masih susah untuk mewujudkan kualitas pendidikan sesuai dengan standar nasional pendidikan.

Berbagai permasalahan seringkali menghambat peningkatkan mutu pendidikan, khususnya di daerah tertinggal. Di suatu daerah tertinggal, masih banyak dijumpai kondisi di mana anak-anak belum terlayani pendidikannya. Angka putus sekolah yang masih tinggi. Juga masalah kekurangan guru, walaupun pada sebagain daerah, khususnya daerah perkotaan persediaan guru berlebih. Sarana dan prasarana yang belum memadai, akses ke sekolah yang masih sulit, serta masalah klasik lainnya.

Tidak kalah pentingnya dari sederet masalah pendidikan di daerah tertinggal yaitu tidak adanya konsepsi yang berkesinambungan dalam rangka pemberdayaan sumber daya manusia daerah, antara sistem pendidikan yang dikembangkan dengan kebutuhan pengolahan potensi lokal yang dimiliki suatu daerah. Akibatnya banyak SDM potensial tidak memiliki kepedulian dalam membangun daerah, mereka memilih berkarir di kota dengan model urbanisasi atau lainnya. Bahkan seringkali memicu urbanisasi massal menuju daerah yang lebih menjanjikan pemberdayaan dan kesejahteraan.

Permasalah pendidikan tersebut mengakibatkan kualitas pendidikan di daerah tertinggal menjadi rendah, sehingga kualitas SDM juga rendah. Pada kondisi ini, semakin menghambat program kebangkitan daerah tertinggal. Apalagi jika diperhatikan, salah satu indikator umum daerah tertinggal adalah rendahnya kualitas SDM yang dibuktikan dengan rendanya rata-rata Indeks Pembangunan Manusia (IPM), jumlah pengangguran, dan lain sebagaianya.

Melihat kondisi tersebut, untuk mewujudkan kebangkitan daerah tertinggal salah satu jalannnya adalah dengan memfasilitasi daerah tertinggal dalam melaksanakan pendidikan berkualitas dan berkelanjutan. Pendidikan berkualitas yang dimaksudkan adalah pendidikan yang tidak sekeder memberikan pengetahuan, tapi juga memberikan pengalaman untuk berbuat, mengabdi dan peduli pada pembangunan daerah. Pendidikan yang tidak sekedar menanamkan potensi hard skill, tapi juga menanamkan karakter positif (soft skill), menumbuhkan rasa kepemilikan daerah dan bertanggung jawab pada kemajuannya. Pendidikan yang mampu membuka lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja sesuai dengan potensi lokal daerah tertinggal.

Selanjutnya bukan sekedar pendidikan berkualitas, tapi juga sistem pendidikan yang berkelanjutan, yaitu sistem pendidikan yang tumbuh untuk merespon kebutuhan kemajuan daerah secara sustainable. Sistem pendidikan yang didesain untuk mewujudkan SDM daerah yang mampu diperdayakan untuk mengolah sumber daya alam, serta potensi lainnya. Sistem pendidikan yang dapat menumbuhkan kontrak sosial secara kultural untuk lulusannya akan bekerjasama membangun daerah dengan pemberdayaan, kesejahteraan, serta tugas dan fungsi masing-masing.

Untuk mewujudkan itu dibutukan sinergi bersama antara masyarakat, pemerintah pusat dan daerah, sesuai dengan peran masing-masing. Kebijakan pemerintah pusat melalui salah satu subtansi program nawa cita, yaitu membangun Indonesia dari desa memungkinkan untuk mempercepat daerah tertinggal. Maka salah satu dari pengejewentahan dari subtansi nawa cita tersebut adalah dengan memberikan afirmasi dalam setiap pembangunan daerah tertinggal terutama dalam aspek meningkatkan kualitas pendidikan dan berkelanjutan.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below